Kisah Inspiratif

Renungan dan Pembelajaran Kehidupan

Showing posts with label muslimah. Show all posts
Showing posts with label muslimah. Show all posts

Renungan Buat Wanita


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

UNTUKMU WAHAI WANITA

Wahai wanita...
Berhati-hatilah dirimu jangan sampai syaitan memperalatmu menjadi penyebar kerusakan.jangan biarkan dirimu menjadi umpan untuk menjerumuskan laki-laki kedalam neraka.bahwasannya Rasulullah pernah melihat neraka,ternyata mayoritas penduduknya adalah wanita.

Wahai Wanita...
generasi depan adalah tanggung jawabmu,jangan engkau rusak dengan merusak dirimu,kenakan kembali jilbabmu,ketahuilah, Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Mengetahui maslahat dirimu.Dia adalah Maha Adil yang tidak ingin mendzalimimu.

Wahai wanita...
Ketahuilah kodratmu.Allah memberimu hak sesuai dengan kewajibanmu,sesuai dengan kemampuanmu,ketahuilah,Allah memberimu jalan lebih mudah untuk masuk ke dalam syurga karena itu pantas dengan pengorbananmu.
Rasulullah pun telah memberi kabar gembira dalam sebuah hadits shahih ,
" jika seorang wanita shalat lima waktu,puasa wajib sebulannya,menjaga kemaluannya dan menaati suaminya,niscaya akan dikatakan kepadanya "masuklah engkau ke dalam surga dari pintu apapun yang engkau mau."
subhanallah...


Semoga Bermanfaat

♥''Wahai Muslimah,Ringankanlah Maharmu''♥

Bersama izin wali,kerelaan calon mempelai wanita dan saksi,mahar menjadi syarat sahnya akad nikah.Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka.ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.” (An-Nisa’ 4).

Dalam tafsirnya,Imam Al-Qurthubi menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan,“Ayat ini menunjukkan adanya kewajiban atas seorang suami untuk memberikan mahar bagi istri. Hal demikian sudah menjadi kesepakatan para ulama dan tidak ada perselisihan dalam masalah ini.”ALLAH menyatakan,“Berikanlah maskawin kepada mereka sebagai suatu kewajiban.” (An-Nisa’ 24).

Mahar ini menjadi hak istri sepenuhnya,sehingga bentuk dan nilai mahar ini pun sangat ditentukan oleh kehendak istri.Syariat Islam tidak menentukan batasan minimum atau maksimum untuk mahar pernikahan.Dan bisa saja mahar itu berbentuk uang,benda atau pun jasa,tergantung permintaan pihak istri.Namun syariat menganjurkan wanita agar meringankan mahar kepada calon suaminya dan tidak berlebihan,guna memudahkan proses pernikahan dan menghindari maraknya perzinaan.

Islam mengajarkan wanita agar meringankan mahar dan menyederhanakannya serta tidak melakukan persaingan…


Imam An-Nasa’i meriwayatkan hadits shahih,bahwasanya Anas bin Malik menuturkan, “Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar keislaman dirinya. Adalah Ummu Sulaim masuk Islam sebelum Abu Thalhah. Abu Thalhah bermaksud meminang dirinya.Ummu Sulaim menjawab, “Sungguh aku telah masuk Islam. Apabila engkau masuk Islam, aku bersedia menikah denganmu. Lalu Abu Thalhah pun masuk Islam, dan hal itu menjadi mahar bagi pernikahan di antara keduanya.

Dalam riwayat lain diterangkan bahwa Abu Thalhah meminang Ummu Sulaim.Ummu Sulaim menjawab,“Demi Allah wahai Abu Thalhah,tak ada seorang seperti dirimu pantas ditolak, namun sayang engkau ini orang kafir. Sedangkan aku ini wanita muslimah, dan tak boleh menikah denganmu.Bila engkau mau masuk Islam,itulah maharku dan aku tidak minta yang lain lagi.”

Abu Thalhah pun kemudian masuk Islam,dan itulah mahar untuk menikahi Ummu Sulaim.Tsabit Al-Bannani,seorang tabiin terkemuka, mengomentari riwayat tadi dengan mengatakan,“Aku tidak mendengar lagi ada wanita yang maharnya lebih mulia ketimbang maharnya Ummu Sulaim.Mereka pun menikah dan mendapatkan keturunan.”

Hikmah di balik anjuran untuk meringankan mahar adalah mempermudah proses pernikahan.Berapa banyak laki-laki yang mundur teratur akibat adanya permintaan mahar yang tinggi?…

Wahai ukhti muslimah,lihatlah bagaimana wanita shalihah seperti Ummu Sulaim yang lebih mengutamakan agama daripada nafsu syahwat.Mahar Ummu Sulaim menjadi sebaik-baik mahar di dalam Islam.Hikmah di balik anjuran untuk meringankan mahar adalah mempermudah proses pernikahan.Berapa banyak laki-laki yang mundur teratur akibat adanya permintaan mahar yang tinggi?

Syariat Islam menetapkan aturan-aturan yang mudah dan mulia.Tidak perlulah para muslimah mengikuti wanita-wanita jahiliyah yang berlebih-lebihan dalam menetapkan mahar dan merasa bangga dengan hal itu.Betapa kasihannya para wanita yang tidak kunjung menikah karena menetapkan mahar yang begitu tinggi.Dengan demikian,permudah dan ringankanlah maharmu wahai muslimah!

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

JANGAN MENANGIS , SAHABAT....


Jangan menangis...
bukankah air matamu terlalu berharga untuk sesuatu yang tak pasti..
Jangan menangis...
bukankah senyumanmu lebih indah dari warna pelangi
Jangan menangis...
bukankah hidup terlalu singkat untuk ditangisi

Lihat dunia belum berakhir kawan
Masih terlalu cepat untukmu menguraikan air mata
Silahkan bermimpi seluas langit naman jangan berharap setinggi mereka

Yang perlu kamu ketahui, harapan itu akan mengalihkan tujuan utamamu
Dimana tempat kita berpijak, dimana ruang kita bernafas
Dimana adamu yang menguatkan di atas kedua pilar

Dengarkan suara mereka, benarkah mereka bahagia
Atau hanya sandiwara di atas panggung drama impian
Yang mengobarkan cinta kasih tak berbalas

Dia yang kehilangan, dia yang pernah terluka
Dia yang berada dalam garis abu-abu
Garis abu-abu, antara ada dan ketiadaannya

Keberanian dalam kehidupan membuatnya tetap melangkah
Meski rasanya lebih berat dari biasanya

ahh.. sudahlah.. mungkin itu hanya angan kosong dalam hiupku
mungkin juga itu tikungan tajam yang akan membunuhku perlahan

Yakinkan hatimu kawan.. Allah ada disini,
di hatimu, di setiap hembusan nafasmu
akan ada yang terbaik dari makhluk yang paling baik

Mendamba bukan berarti milik
jangan salah artikan perasaanmu kawan
biarkan ia lenyap lalu menghilang bersama angin

diatas mimpi aku mendamba
dalam sejuta doaku, pertemukan aku dengan dia yang Engkau pilih Ya Rabb..

ღ♥ღ♫•*¨Pesanku kepada dia Pasangan Hatiku,*¤.¸¸♫ღ♥ღ



Apa kabar calon imamku??


Laki-Laki pilihan ALLOH untukku...
Insan yang akan berjodoh denganku..


Siapa dan dimana engkau aku tidak pernah tahu..
Apakah kamu seorang Lelaki yang Shalih atau Laki-Laki yang sedang mengejar ketinggalan dan memperbaiki kesalahn di masa lalu sepertiku,
ataukah seorang lelaki yang masih terlena dengan keindahan dunia??


Jika kau lelaki yang shalih, ku harap engkau mau membimbingku,
dan meluruskan arah jika ku salah langkah.
Aku akan berusaha menjadi makmum yang baik.
Aku sedang belajar bagaimana menjadi makmum yang baik untukmu..
Aku sedang belajar bagaimana menjadi,Istri dan Ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak..
Aku sedang belajar bagaimana menjadi menantu dan Ipar yang baik untuk mertua dan saudara/i mu kelak..




Namun jika kau adalah Lelaki yang sedang bangkit dari kesalahan.
Sudahkah hari-harimu kau isi dengan perbaikan diri?
Sudahkah hatimu kau jaga dari godaan cinta yang silih berganti datang menghampiri???
Sudahkah khilafmu kau perbaiki??
Sudahkah kelalaianmu di masa lampau engkau sesali??
Ku harap engkau adalah sosok Lelaki yang mau memulai memperbaiki diri ,
menebus kesalahan di masa lampau dengan penyesalan dan cucuran air mata taubat.


Jangan khawatir Calon Imamku.. Aku pun bukan seorang yang suci dari dosa,bukan akhwat yang tinggi Ilmu agamanya..
Aku hanyalah akhwat biasa,yang sedang menebus kesalahan di masa lampau dengan perbaikan dan cucuran air mata penyesalan.




Jika kau mampu menjaga hati ,maafkan aku yang sempat mencoba mencari sosokmu dari mereka yang telah menjadi mantanku.
Ku harap engkau mau memaafkan khilafku..
Aku menyesal dengan segala khilafku dulu,dan aku telah berjanji menjaga kesucian cinta ini hanya ku persembahkan untukmu nanti.
Maafkan aku calon imamku, meskipun ragaku tak termiliki,namun hati dan cintaku pernah menjadi milik mereka..
Atau jika ternyata engkau sama sepertiku yang pernah melabuhkan hatimu kepada wanita sebelum aku, aku sangat memaklumi dan mengerti khilafmu,karena akupun juga begitu...




Namun jika kau adalah lelaki yang masih terlena dengan kenikmatan dunia,
ku harap engkau segera bangkit dan tenggelam dalam linangan air mata,atas dosa yang pernah kita banggakan.
Tiada manusia yang luput dari salah dan khilaf bukan???
Dan sebaik-baik dari kita adalah yang mau bertaubat ,mau memperbaiki diri,mau menyesali kesalahan yang kita perbuat dan berjanji untuk tidak mengulanginya,, ALLOH Al-Ghofur.. ALLOH Maha Pengampun.




Ku Isi hariku kini dengan perbaikan diri..
Aku akan belajar semua kewajibanku padamu, agar kehadiranku di dalam hidupmu bisa membawa warna kebahagiaan baru..
Ku tak resahkan kedatanganmu karena akupun belum siap menerima kehadiranmu..
Ku jaga hati dan jiwa ini hanya untuk engkau yang nantinya Allah halalkan dengan pernikahan suci.
Do'akan agar aku istiqomah di penantian ini..
Ku nanti engkau disini.. Dengan cinta ALLOH yang setia menemani,
aku kan setia menantimu.. hingga saatnya tiba kau datang menjemputku..
Ku sampaikan semua rinduku kepada ALLOH yang Maha Tahu..
Karena hanya Dia yang tahu dimana keberadaanmu..Dan hanya Dia yang mampu menyampaikan segala rinduku padamu..


Karena aku Inginkan ALLOH yang bertahta..
Ku jaga hatiku dari cinta sebelum akad nikah tiba..
Ku ingin menerimamu, bukan semata-mata karena cintaku padamu, tapi ku ingin menerimamu untuk meraih Cinta dan Keridhaan-Nya, Aamiin.
"Pilihan ALLOH tak selalu indah inginmu,namun itulah Pilihannya..

Pilihannya pasti yang terbaik untuk kita, mungkin kebaikan itu tidak terletak pada orang yang kita pilih, tetapi jalan yang kita pilih, atau mungkin kebaikan itu terletak pada kesabaran dan keikhlasan kita menerima segala ketentuan-Nya...
 Getar Hati Untuk Suami

Getar Hati Untuk Suami






Duhai sayangku…
Maaf jika aku harus mengungkapkan hal ini padamu,
di saat aku telah pergi jauh
Semua tak lain adalah karena rasa cinta ku yang begitu besar padamu…

Sayang…
Tahukah kau betapa aku mencintaimu?
Betapa aku sangat bersyukur akan ketetapanNya padaku, yang telah menetapkan engkau menjadi teman hidupku
Walau seringkali aku mengesalkanmu
Sering juga aku melukai hatimu dengan kata-kataku
Mengumpat dalam hati kala aku kesal padamu
Tapi sayang, jauh dari lubuk hatiku…
Sungguh aku bersyukur karena engkau lah yang Dia pilih untuk menjadi pasangan hidupku…

Sayang…
Allah kirimkan engkau untukku, tidak lain adalah untuk mengekang kebebasan liarku, mengatur dan mengarahkan hatiku yang keras, sekeras batu, membersamai langkahku untuk melihat dan belajar makna hidup yang sempat aku lupakan dulu.

Jika beberapa kali pernah kau tanya dan aku tidak menjawabnya…
“Menyesalkah kau menjadi istriku??”
Saat ini, dan biarlah Allah yang menjadi saksi
Lantang aku akan mengatakan
“Tidak sayang, sama sekali aku tidak menyesal”…

Tidak sayang, yang hadir justru rasa syukur yang berkepanjangan
Tidak sayang, karena inilah takdir, jalan hidup yang telah ditetapkan
Engkau adalah perantara yang telah diberikanNya padaku hingga karenamu, gerakku menujuNya makin menggebu”

Tapi Sayang, tahukah kamu?
Betapa dulu aku sempat membenci segala ‘peraturanmu’ itu?
Ego manusia ku berkata “mengapa harus menurut padamu padahal sebagai manusia derajat kita adalah sama?
Ternyata untuk menjawab satu pertanyaan itu, butuh pengorbanan cinta, rasa dan waktu hingga pada akhirnya aku paham makna yang seharusnya dapat ku petik dibalik semua ujian yang diberikan

Dari tegasmu, aku belajar arti lembut dan bersabar
Dari kecemburuanmu yang terkadang tidak masuk akal mengajarkanku untuk lebih ikhlas dan taat pada hal yang kau inginkan (ma’ruf)
Diam mu, menuntutku untuk bisa lebih pandai “merasa” daripada “berprasangka”

Sayang..
Hingga sampai Saat ini sebelum aku pergi pun aku masih terus belajar Untuk bisa menjadi istri idaman untuk mu…
Istri yang kau idam-idamkan di dunia dan akhirat
Istri yang kau harapkan dapat melimpahkan kebahagiaan
Istri yang mampu menjadi jalan kedekatanmu dengan Ar Rahman

Tapi sayang…
Jika pada akhirnya aku harus pergi meninggalkan
Jika pada akhirnya tiba waktu ku untuk menghadap pada Yang Maha Menggenggam
Aku berharap, amanahku dapat kau laksanakan

Jadilah engkau seorang imam dalam keluarga kita
Yang akan menyelamatkan aku dan anak anakmu dari siksa api neraka
Yang akan membimbing mereka semua menuju surgaNya
Yang akan menjadi madrasah, tempat mereka bertanya
Yang akan membersamai perjalanan mereka dengan limpahan kasih sayang yang kau punya
Engkaulah nahkoda kapal yang kami butuhkan agar kapal ini terus berlayar mencapai pelabuhan kebahagiaan

Carilah ia, pengganti ku dengan cinta yang hadir karenaNya
Carilah ia, yang lebih taat dan lebih cinta kepada Rabb-nya
Carilah ia, yang lebih merasa takut untuk berkhianat pada pencipta-nya…
Maka ketika engkau memilih nya,
Sungguh tidak akan ada kekhawatiran bagiku untuk melepaskan semua…

Sayangku…
Ketika sepi hadir di sini… Satu tanya terlintas dalam hati
“Adakah kau merasa betapa cinta itu selalu ada?”
“Adakah engkau tahu, bahwa engkaulah inti dari semua doa-doa yang kupanjatkan padaNya?”

Duhai cinta,
Sungguh aku berharap dan berdoa kepadaNya
Semoga kita bersama di dunia dan di surga
Adakah engkau berkeinginan menjadikanku bidadarimu di sana?
Jika iya adalah jawabannya…
Maka marilah kita bersama terus berusaha
Untuk menjadi yang terbaik di depan Nya
Menjadi tongkat yang akan mengarahkan jalan pada anak-anak kita menujuNya…

Terima Kasih untuk Istriku....



Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Sebelum mataku terbuka melihat dunia, sebelum fajar mengajak kita bersujud, kau mencucikan pakaian dinasku. Segelas kopi untukku tak pernah absen di meja makan kita yang sederhana, yang tak layak disebut meja makan. Kala mataku lelah bekerja membangun sebuah masa depan, kau rajin mengingatkanku untuk tak lupa berdoa.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Namun, kau berupaya menyembunyikannya di depanku dan selalu seperti itu. Dan aku tak tega untuk berterus terang bahwa aku mengetahui kau kelelahan. Maka, biarkan tubuhku menjadi perebahan sejenakmu melepas penat sebelum aku berangkat kerja.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Namun, tak pernah kudengar engkau mengeluhkannya. Yang ada, kau rajin bersenandung di kamar kecil kita tiap maghrib dengan lantunan ayat-ayat suci. Waktu istirahatmu telah tercuri untuk darma baktimu sebagai istri.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Tak jarang kau membuat masakan lezat kesukaanku. Tak jarang kau mengurusi segala urusan rumah tangga kita sendirian. Tak jarang aku harus meninggalkanmu demi tugas. Tak jarang aku lebih memikirkan pekerjaan di kantor ketimbang meluangkan waktu bersamamu.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Selama satu tahun kau setia mendampingiku dalam suka dan duka. Tak sedikit pun kau lalai membukakan pintu ketika dini hari aku pulang kerja. Tak sedikit pun kau mengeluhkannya. Justru kau tak segan menyampaikan doa untuk keselamatanku.



Wahai muslimah baik, istriku, saksikan hari ini aku sebagai laki-laki yang egois dan memikirkan diri sendiri untuk:

Menyampaikan rasa kagumku.
Menyampaikan maafku karena keteledoranku.
Menyampaikan terima kasih tak terhingga atas pengorbananmu.
Menyampaikan kebanggaanku sebagai suamimu.

http://mirant-duwi.blogspot.com

UNTUKMU YANG SELALU KU NANTI...


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.

Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separuh dari agama ini. Lelah… dan teramat lelah….!!!!

Itulah yang sekarang kurasakan. Lelah untuk tetap menjaga hati dan iman ini. Lelah untuk istiqomah menanti hingga janji Allah tiba. Lelah untuk tetap tersenyum dalam menghadapi setiap pertanyaan..

“Kapan menikah…..?”

Di tengah kelelahan itu, izinkan aku sekedar melukiskan keluhan hati yang sulit terucap dengan lisan. Dan izinkan pula aku sedikit mengutip surat cinta dari Allah, sebagai kewajiban kita untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran…

“ Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga) (QS An-nur : 26) ”

Alhamdullilah.
Lega rasanya, bisa sedikit menyampaikan ini. Meski jika boleh sedikit jujur, kutulis petikan firman Allah itu hanya sekadar menghibur hatiku yang teramat lelah. Menghibur hatiku yang terkadang perih melihat kebahagiaan temanku atau bahkan yang usianya di bawahku telah mendapat izin Allah untuk melangsungkan pernikahan. Hatiku yang terkadang iri melihat temanku melahirkan anaknya dan terasa lengkap sudah dirinya diciptakan sebagai seorang perempuan. Yang telah berkesempatan untuk menjadi seorang ibu.

Lelah…!!! Dan teramat lelah….!!!!
Untuk sebuah penantian yang aku sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Selaksa doa yang terus terlantun seakan menjadi arang untuk mengobarkan asa. Sebuah harapan untuk segera menemui hari yang paling membahagiakan. Ya… Hari pernikahan. Hari dimana kita bisa menumpahkan segala rasa cinta yang ada dengan halal dan penuh ridha Allah.

Sekilas, hatiku tersenyum kecil saat membayangkan hal itu. Tapi, senyum itu terpaksa harus ku tepis karena kenyataan saat ini masih jauh dengan sebuah harapan yang ada. Sebuah kenyataan ternyata kau belum ada di depanku. Belum datang untukku. Meski aku tahu, kau telah dipersiapkan Allah untukku.

Aku tidak tahu kenapa sampai sekarang Allah belum mempertemukan aku denganmu. Padahal, doa dan usaha tak pernah berhenti menghiasi langkahku. Usaha untuk menyempurnakan ikhtiar dan doa untuk menggenapkan tawakal. Semuanya telah kulakukan.

Ya… tapi kembali lagi mau tidak mau aku harus berkompromi dengan semua ketetapan Allah. Meski aku telah meminta dengan sepenuh harap, Allah tidak akan pernah memberikan apa yang aku inginkan. Tapi Allah hanya memberikan apa yang aku butuhkan. Meski berulang kali hati kecilku mengatakan bahwa aku telah siap untuk menikah, Tapi, hanya Allah yang jauh lebih tau tentang kesiapan diriku daripada diriku sendiri.

Telah berulang kali datang di hatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu. Mencoba memasuki hati dan mencoba mengambil tempat yang kuperuntukkan untukmu. Tapi, berulang kali juga mereka harus keluar dan mengaku kalah karena berbagai sebab. Dan sekarang, ternyata aku masih menunggumu. Menunggu kedatangan seseorang yang aku sendiri belum tahu siapa dirimu.

Jika aku mengucapkan satu kata. “MENUNGGU”

Penantian yang aku sendiri juga belum tahu kapan berakhirnya. Sedangkan di sekitarku, telah banyak pemandangan indah yang kulihat. Ibu-ibu muda yang usianya di bawah umurku telah sempurna menjadi seorang perempuan dengan melahirkan buah hati mereka yang lucu-lucu. Kembali lagi hatiku harus menjerit dalam Tanya , “Kapan tiba waktunya untukku…..?”

Menjalani hidup sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga dan menjalani fitrah seorang perempuan sebagai seorang “IBU” bagi buah hatiku.Selaksa doa dalam sujud harap tak pernah lekang di tiap sepertiga malam terakhirku. Mencoba mengadu pada tiap doa yang terlantun. Mencoba mengiba dalam tiap tangis yang terus membasahi sajadah. Dan Mencoba bertanya dalam heningnya istikharah.

“Dimana dia ya Allah….???? Seorang laki-laki yang telah kau janjikan untukku. Seorang laki-laki sebagai penyempurna agamaku, penjaga ketaatanku sekaligus penggenap langkah dakwahku….??????

Jika hati ini mencoba mengeja setiap rencana Allah. Tapi satu keyakinan yang akan terus membuatku tersenyum di tengah hati yang semakin lelah. Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”. Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26. Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah.

Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dimata Allah, maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.

Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu.

Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka, izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.

Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separoh dari agama ini.

Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah.

Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji-Nya. Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah. Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita. Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.

Insya Allah akhi…
Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.

Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu. Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih. Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan doa. Sabar bukan berarti diam. Sabar bukan berarti pasiv. Sabar bukan berarti hanya duduk menunggu. Tapi sabar adalah ekspresi usaha tanpa henti. Ayunan langkah kaki untuk terus berikhtiar meraih apa yang Allah janjikan. Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah.

Jodoh memang ada di tangan Allah. Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah. Tidak akan pernah sampai di tangan kita. Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri. Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman. Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar.

Akhi….
Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati. Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan.

Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang2 yang sedang menanti sepertiku..Terus perbaiki diri akhi…Aku masih setia menantimu....

SEMOGA BERMANFAAT

Hak cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki.

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya.

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir..

♥♥ KECANTIKANMU ♥♥




Senyum terukir berbalut zikir
Wajah merona berhias wudhu
Pesona terpancar dalam fikir
Terhias sebulir cahaya tawadhu

Indah pribadi berhiaskan kesantunan
Berbalut iman dan kesahajaan
Bermahkotakan kemuliaan
Beralaskan kebajikan

Diri terjaga dalam pergaulan
Bertutur kata indah dan berkesan
Tiada ucapan selain kebijaksanaan
Tiada tindakan selain kebaikan

Hari-hari dihiasi dengan syukur
Melangkah kaki tuju sebuah cita
Ikhlas berkarya berpakaian sabar
Dalam sebuah pengabdian pada_NYA

Malam hari diterangi dengan penghambaan
Air mata tertumpah teringat dosa
Tersungkur diri memohon ampunan
Dalam sujud panjang kehadirat_NYA